Perjalanan menuju Air Terjun
Simempar
Perjalanan kali ini adalah menuju
suatu destinasi yang belum dikenal oleh banyak orang, yang berada di Desa
Simempar, Gunung Meriah, Deli Serdang. Destinasi wisata ini merupakan salah
satu destinasi wisata yang belum banyak pengunjungnya, ya Air Terjun Simempar.
Minggu
01 April 2018, jam 04:00 waktunya bangun dan packing bagi saya karena adanya
kesepakatan setelah rapat tadi malam yaitu kita bawa bekal masing-masing.
Seperti perjalanan sebelumnya yang pernah kita lalui, yaitu saya tak pernah lupa
membawa kerupuk, hihi. Tidak lupa juga membawa jaket tebal dan baju sepasang
buat dipakai mandi disana nantinya. Sekitar jam 05:30 saya dijemput dan kami
menuju titik kumpul pertama yaitu di SPBU Lubuk Pakam. Dari sana kami menuju
titik kumpul kedua yaitu di simpang Deli Tua. Setelah semua atau sekitar 5
sepeda motor yang masing-masing memiliki boncengan masing-masing terkumpul kami
pun berangkat tanpa lupa untuk berdoa sebelumnya.Kami berangkat pada jam 06:30.
Dengan
bermodalkan tekad dan dua orang teman kami yang sebelumnya sudah pernah kesana,
kami berangkat.
Salah
satu petunjuk jalan yang kami tahu adalah menggunakan rute :
· MEDAN-DELITUA-TIGA JUHAR-DESA
SIMEMPAR.
Jalur
ini merupakan jalur terdekat dari tempat tinggal kami. Selain itu teman-teman
yang ingin pergi ke tempat ini juga bisa menggunakan jalur lain yaitu
MEDAN-LUBUK PAKAM-GALANG-DESA
SIMEMPAR
· MEDAN-BERASTAGI-KABANJAHE-SARIBU
DOLOK-DESA SIMEMPAR
Butuh
waktu sekitar 3 jam menuju tempat ini,mungkin bisa lebih cepat dikarenakan kami
singgah dan istirahat di tengah jalan.
Akhirnya
kami pun sampai di tempat pada jam 09:00 dan kami putuskan untuk makan siang
terlebih dahulu di pondok yang telah disediakan. Sebelumnya menuju Air Terjun
ini kita harus dipandu oleh Ranger dan kami dikenakan biaya Rp.300,000 untuk
semuanya sudah termasuk biaya Ranger/Pemandu,pondok,parker dan toilet.
Setelah
makan siang kami sempat ragu mau berangkat atau tidak dikarenakan cuaca yang
mendung. Pada jam 09:40 kami putuskan untuk berangkat karena cuaca mulai
terlihat cerah. Air terjun ini beradadi pedalaman hutan, jadi kita harus
tracking sekita 1-3 jam menuju tingkatan yang paling tinggi.Seperti biasa kami
selalu berdoa. Diawali dengan ranger menyampaikan peraturan-peraturan apa saja
yang harus kami ikuti. Perjalanan diawali dengan jalan yang becek karna hujan semalam.
Sejam
lebih melalui hutan yang asri dan penuh pepohonan dan kayu besar kami lalui,
kami mendengar suara dengusan air yang keras menandakan adanya air terjun,
namun ternyata ranger mengatakan perjalanan itu belum lah seberapa.
Sempat
agak kecewa namun kami kembali pada prinsip kami untuk mencapai tingkat air
terjun tertinggi. Ditengah jalan kami menemukan air yang sangat jernih dan kami
istirahat sejenak sambil berfoto ria.
Perjalanan selanjutnya kami jumpai jalur yang semakin menanjak dan memaksa tangan dan kaki ikut bergerak. Terjal,licin yang kami lalui bisa kami lewati karena ada bantuan tali yang sudah disediakan sebelumya sebagai pegangan kami supaya tidak terjatuh.
Perjalanan selanjutnya kami jumpai jalur yang semakin menanjak dan memaksa tangan dan kaki ikut bergerak. Terjal,licin yang kami lalui bisa kami lewati karena ada bantuan tali yang sudah disediakan sebelumya sebagai pegangan kami supaya tidak terjatuh.
Setelah
beberapa menit kami melanjutkan perjalanan dan Alhamdulillah akhirnya sampai
pada air terjun tingkat pertama. Indah,sejuk terasa segar melihat air terjun di
depan mata.Dan seperti biasa kami mengabadikan moment dulu disini,alias jeprat
jepret hihihihihhi.
Setelah
cukup puas mengambil foto di sini kami pun melanjutkan perjalanan kami menuju
tingkat selanjutnya, medan kali ini sangatlah curam dan terjal juga licin.
Dengan suasana perjalanan yang semakin gelap karena semakin jauh dari pemukiman,membuat
saya merinding karena kedinginan. Disini saya melihat ada sebuah pohon yang
berbuah merah tak tahu apa namanya.
Kami pun
sampai ketitik yang paling terjal dan menyebrangi air yang cukup deras.
Setelah
itu kami mencapai air terjun tingkat 3 yaitu air terjun mata kucing, menurut
penduduk setempat air terjun ini merupakan salah satu diantara air terjun yang
kedalamannya tidak terukur, dan ranger kami melarang kami untuk mandi di air
terjun ini.Terdengar sangat mistis saat ranger mengatakan bahwa di air terjun
inilah tempat pemandian para penghuni/putri/peri di air terjun ini, sssssstt
Sungguh
cantik air terjun kali ini karena kejernihannya dan bentuknya yang seperti
kolam namun dalam sekali.Tak lupa mengambil foto disini.
Keinginan kami untuk mencapai titik
puncak air terjun yang kami inginkan tak mengalahkan semangat kami. Ranger
mengatakan bahwa air terjunnya sudahlah dekat. Namun medan perjalanan kali ini
lebih terjal dari medan perjalanan kesemuanya.
Mengapa lebih karena kami harus memanjat tebing batu yang teramat curam dan licin, kami haruslah hati-hati sekali karena jikalau lepas sedikit maka kami akan jatuh ke air terjun mata kucing yang sudah disebutkan tadi.
Mengapa lebih karena kami harus memanjat tebing batu yang teramat curam dan licin, kami haruslah hati-hati sekali karena jikalau lepas sedikit maka kami akan jatuh ke air terjun mata kucing yang sudah disebutkan tadi.
Akhirnya
pada jam 10:55 sampai pada titik yang kami inginkan yaitu air terjun tigkat
lima.Air terjun ini sagatlah dingin, sangat terasa dingin sekali karena air
terjunnya yang tinggi sekitar 80 m ini sangatlah deras. Serasa ada gerimis bila
kita berada disini.
“Maka
nikmat mana lagi yang kau dustakan”, inilah satu hal yang aku dapatkan dari
perjalanan dan tempat ini.Sungguh indah ciptaan-Mu ya Allah.
Akhirnya hari sudah semakin sore
kita putuskan untuk pulang. Melewati perjalanan yang tadi kami sampai jam 18:00
ALHAMDULILLAH kami sampai dengan selamat.









